Pengendalian Hama Tikus Terpadu, Wakil Bupati dan Kepala Dinas Pertanian Turun Langsung melakukan Pengemposan di Area Persawahan

Leu.desa.id — Berdasarkan Hasil Musyawarah Desa dan Koordinasi dengan Dinas dan Pihak terkait, Hari Rabu (03/01), Pemerintah Desa Leu dan Gabungan Kelompok Tani memulai Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT). Pelaksanaan  Pengendalian Hama tikus ini dilakukan oleh Petani secara bersama sama (berkelompok) dan terkoordinir dengan cakupan sasaran pengendalian dalam skala luas, meliputi Area persawahan Desa Leu dan sekitarnya .

Wakil Bupati Bima, Drs. Dahlan, M.Nor ketika memberikan Pengarahan Kepada Petani di Desa Leu

Wakil Bupati Bima, Drs. Dahlan, M. Nor bersama Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikura Kabupaten Bima,  Ir, Rendra Farid juga turut bergabung bersama Petani melakukan Fumigasi atau Pengomposan menggunakan Belerang yang dibakar.

Baca juga : Ribuan Hama Tikus serang Pertanian warga , Pemerintah Desa Leu lakukan musyawarah Desa Pengendalian Hama Tikus

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bima dalam sambutannya sebelum melakukan Pengomposan mengatakan bahwa Hama Tikus yang menyerang Lahan Pertanian di 6 Desa di Kecamatan Bolo adalah Tikus Migran. Tikus Migran ini adalah Tikus Tikus yang kemarin menyerang Tanaman Jagung Petani, karena sudah tidak ada Jagung, dan Jumlah yang sudah semakin banyak, maka Hama Tikus Ini menyerang Tanaman Padi yang baru di Tanam oleh Petani. Rata-rata, usia Padi yang diserang adalah yang berumur 1 – 2 Pasca Tanam.

Kepala Dinas Pertanian, Holtikultura dan Tanaman Pangan Kabupaten Bima, Ir. Rendra Faris (Bertopi, memakai Masker) saat melakukan Pengomposan dengan Belerang

“ Luas Tanaman  yang di serang sekitar 205 Ha, yang tersebar di 6 Desa, yaitu Leu, Timu, Kara, Bontokape, Kananga dan Sanolo. Karena Tingkat Perkembangan yang begitu cepat, Maka Perlu Kita lakukan Tindakan Pengendalian secepatnya. Pengendalian tikus pada dasarnya adalah upaya menekan tingkat populasi tikus menjadi serendah mungkin melalui metode dan teknologi pengendalian, sehingga secara ekonomi keberadaan tikus di lahan pertanian tidak merugikan secara nyata”. Terang Kepala Dinas.

Wakil Bupati Bima, Drs, Dahlan, M. Nor mengatakan bahwa Kunci sukses pengendalian hama tikus terpadu adalah adanya partisipasi semua petani dan dilakukan secara berkelanjutan serta terkoordinir dengan baik. Pengendalian tikus sawah yang dilaksanakan secara sendiri-sendiri tidak akan mendapatkan hasil yang efektif. Hal tersebut disebabkan oleh mobilitas dari tikus sawah yang tinggi, sehingga daerah yang telah dikendalikan akan segera terisi lagi oleh tikus sawah yang berasal dari daerah sekitarnya.

“InsyaAllah, Hari ini  adalah Proses awal dari Rangkaian kegiatan Pengendalian Hama Tikus di Desa Leu, Besok akan dilanjutkan dengan proses pengomposan serentak di Area pertanian terdampak yaitu di Wilayah Desa Leu dan di sekitarnya.” Tutup Wakil Bupati

Sementara Itu Kepala Desa Leu, Muhammad Taufik, S.Ag mengatakan bahwa sesuai Rapat Pemerintah Desa dengan Gabungan kelompok-kelompok Tani desa Leu, disepakati bersama bahwa  kejadian ini sudah Kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Kami semua sepakat bahwa Pengendalian hama tikus sawah harus dilakukan secepat mungkin yaitu  pada saat populasi tikus masih rendah dan mudah pelaksanaannya yaitu pada periode awal tanam, dengan sasaran menurunkan populasi tikus betina dewasa sebelum terjadi perkembangbiakan. Membunuh satu ekor tikus dewasa pada awal tanam, setara dengan membunuh 80 ekor tikus setelah terjadi perkembangbiakan pada saat setelah panen.

“Insya Allah, Hari Kamis besok sebelum memulai Kegiatan Serentak  pembasmian dan pengendalian Tikus, Kami akan awali dengan Berdoa bersama di Area Persawahan, Pemerintah Desa, Tokoh agama, Tokoh Masayarakat dan Tentunya Para Petani akan Hadir.. Ini adalah salah satu bentuk Kearifan Lokal Yang ada di Desa Kami.” Terang Kepala Desa

“Kegiatan pengendalian diprioritaskan pada awal musim tanam, dilakukan petani secara bersama-sama dan terkoordinir dalam skala hamparan, intensif, dan berkelanjutan dengan menerapkan kombinasi teknik pengendalian yang sesuai salah satunya adalah dengan Teknik Pengomposan menggunakan Belerang dan  radintisida atau pengumpanan, dengan mencampur makanan dengan Racun Tikus dan diletakkan di habitat utama tikus. seperti tanggul irigasi, jalan sawah, pematang besar, atau tepi perkampungan” Jelas Kepala Desa

Pada Kegiatan Pengendalian hama Tikus Pagi Tadi, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura memberikan bantuan Stimulan Fumigasi berupa Belerang dan Alat Pengemposan untuk kemudian digunakan di Lubang lubang yang diketahui merupakan Lubang Tempat Tikus bersarang.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Santabeta Warasi Komentar ro Masukan...