Percepat  Kepemilikan Identitas Hukum Warga, Pemerintah Desa Leu Hadirkan  Dinas Dukcapil Di Kantor Desa

Leu.Desa.Id —  Di Dampingi oleh Aparat Desa, Ratusan Warga Desa Leu terlihat Antusias mengurus Berkas persyaratan untuk Pembuatan KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran ,  dan Akta Kematian di Aula Kantor Desa, Senin (11/12). Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Pelayanan Keliling untuk percepatan kepemilikan Identitas Hukum bagi warga berupa KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran dan  Akta Kematian yang terselenggara atas kerjasama Pemerintah Desa Leu dengan  Dinas Dukcapil Kabupaten Bima dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB dengan KOMPAK NTB.

Untuk Kita Ketahui Bersama, Salah satu bidang utama yang menjadi prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 adalah percepatan perluasan layanan dasar  untuk identitas hukum, seperti akta kelahiran, akta perkawinan, akta perceraian, akta kematian, NIK, KK, KTP-el. Terkait dengan itu, Salah Satu Inovasi pelayanan administrasi kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil (Dukcapil) Kabupaten Bima adalah Program MESRA ( Melayani Masyarakat sampai Serambi). Program ini dinilai semakin memudahkan masyarakat dalam kepemilikan identitas Hukum. Program Ini  sendiri telah berjalan di beberapa Kecamatan di Kabupaten Bima.

Kepala Desa Leu, Muhammad Taufik, S.Ag menyatakan bahwa Secara Khusus, terkait Kepemilikan akte kelahiran merupakan salah satu bukti telah terpenuhinya hak anak berupa hak terhadap identitas diri. Semua anak harus didaftarkan segera setelah kelahirannya sehingga dapat menjamin kepastian hukum terkait nama, kewarganegaraan, asal usul, dan usia. Sayangnya hingga kini, masih banyak anak Indonesia yang identitasnya tidak atau belum tercatat dalam akta kelahiran, sehingga secara de jure keberadaannya dianggap tidak ada oleh negara. Begitu juga dengan kepemilikan Identitas Hukum Lain seperti KTP, Kartu Keluarga, dan AKta Kematian.

 “Ketiadaan kepemilikan akta kelahiran ini, menyebabkan ketidakjelasan identitas anak, yang akan membawa sejumlah implikasi seperti diskriminasi, tidak memiliki akses terhadap pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, rawan menjadi korban eksploitasi, perdagangan manusia, pernikahan usia dini, mudah dijadikan pekerja anak dan rawan menjadi korban kekerasan dan kejahatan seksual, Kegiatan Pelayanan Keliling hari ini merupakan salah satu bukti Kesadaran kita semua akan pentngnya Kepemilikan Identitas Hukum bagi kita semua. Tidak hanya akata Kelahiran, akan tetapi juga Kepemilikan KTP, Kartu Keluarga, Akta Kematian, dan lain lain.   Maka dari itu, Kami atas nama Pemerintah Desa  berterima kasih kepada Dinas Dukcapil Kabupaten Bima beserta LPA NTB yang telah menginisiasi berjalannya acara hari ini” ujar Kepala Desa.

Sementara itu, Terkait Dukungan anggaran dari APBDEs, Ketua BPD, Muhlis, S.Pd menyatakan bahwa Pemerintah Desa Leu bersama BPD sudah memiliki komitmen perencanaan dan penganggaran untuk pelaksanaan pelayanan terpadu identitas hukum oleh pemerintah kabupaten.

“Alhamdulillah, Kegiatan hari ini kami telah rencanakan dalam RKPDes Tahun 2017 dan tentunya di jabarkan dalam bentuk Penganggaran untuk Pemenuhan Kepemilikan Identitas Warga di APBDes Tahun 2017. Dan itu semua  adalah salah satu bentuk Pelayanan Sosial Dasar Kepada Masyarakat Desa”. Tutup Muhlis.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Santabeta Warasi Komentar ro Masukan...