Festival DBIP Nasional; Desa Leu Ikut Mengkampanyekan dan Menginspirasi Keterbukaan Informasi Publik di Desa

Leu.desa.id— NTB Kembali menjadi Perhatian Nasional dengan Konsep Desa Benderang Informasi Publik (DBIP). Konsep yang digagas oleh Komisi Informasi (KI) NTB ini berhasil mendorong lahirnya Permendagri no 3 Tahun 2017 tentang Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) sampai di tingkat Desa. Desa Benderang Informasi Publik (DBIP) merupakan sebuah gagasan besar Komisi Informasi Provinsi Nusa Tenggara Barat yang sudah dilaunching setahun lalu. Program ini dimaksudkan untuk menjadikan desa lebih terbuka dalam menyediakan informasi terkait program pembangunan maupun penggunaan anggaran yang dimiliki di tiap-tiap desa. Sehingga, terlaksana transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa.

Pembukaan Festival DBIP Nasional NTB 2017 oleh Wakil Gubernur NTB

Sejauh ini, Komisi Informasi Provinsi NTB bersama Pemerintah Daerah di NTB, baik kabupaten/kota maupun provinsi telah mendorong program yang dicetuskan di Nusa Tenggara Barat ini agar mampu menjadi acuan dalam skala nasional. Dan pada Selasa (28/11) kemarin, dilaksanakan Festival Desa Benderang Informasi Publik (DBIP) Tingkat Nasional Tahun 2017 yang dihadiri ribuan kepala desa dari seluruh Indonesia.

Kepala Desa, Muhammad Taufik S.Ag, Bersama Sekretaris Desa Syam Ilyas, S.Pd, dan Ketua BPD, Muhlis S.Pd bersama Operator SID, Aden Juniardi, saat Menerima Penghargaan sebagai Desa Model DBIP Tahun 2017

Ketua Komisi Informasi NTB Ajeng Roslinda Motimori menyampaikan rangkaian acara yang berlangsung dari 28-30 November 2017 ini mencakup launching 16 Desa Model, Acara Utama seminar nasional yang bertema “Implementasi Keterbukaan Informasi Publik di Indonesia”, gelar budaya berupa penampilan kesenian daerah dan Lomba Cerdas Tangkas tentang pengetahuan, pemahaman dan keterampilan antar PPID berkenaan dengan keterbukaan informasi publik.

“Festival DBIP merupakan kelanjutan dari pencanangan DBIP oleh Gubernur NTB pada Oktober 2016, pertama kali dilaksanakan di Indonesia, di mana Provinsi NTB menjadi inisiator dari program DBIP yang kemudian diadopsi menjadi program nasional,” kata Ajeng.

Acara Festival DBIP Tingkat Nasional Tahun 2017 ini dibuka Wakil Gubernur NTB, H. Muhammad Amin di Hotel Lombok Raya dengan peserta kepala desa dan Ketua BPD seluruh desa se-Indonesia. Festival DBIP Nasional ini juga melibatkan banyak elemen lain selain pemerintah desa. Seperti LSM, organisasi kepemudaan, organisasi perempuan, perguruan tinggi, mahasiswa, OPD lingkup Pemrop NTB, pemkab dan berbagai elemen lainnya

 Dalam kegiatan festival ini, dikukuhkan 16 desa model DBIP di wilayah Provinsi NTB . KI NTB akan menjadikan program ini sebagai program percontohan bagi semua desa se-NTB pada khususnya. Dan sejauh ini sudah ada 16 desa yang diambil masing-masing dua desa pada setiap kabupaten yang masuk dalam desa model DBIP tahun 2017. Diantaranya adalah, desa Panda dan desa Leu (Bima), desa Kadindi dan desa Matua (Dompu), desa Baru Tahan dan desa Uma Baringin ( Sumbawa), desa Sapugara Bree dan desa Labuhan Lalar (KSB), desa Rarang Selatan dan desa Kumbang (Lotim), desa Siga Pejalin dan desa Gondang (KLU), desa Motong Gamang dan desa Barebali (Loteng), dan dua desa terakhir dari kabupaten Lombok Barat yaitu desa Senggigi dan desa Peresak.

Pemberian Penghargaan untuk 16 Desa Model DBIP

Desa Leu sendiri terpilih sebagai salah satu Desa Model Keterbukaan Informasi Publik Karena Pemerintah Desa Leu  di nilai sudah menerapkan Konsep Benderang Informasi di Desa sejak lama. Kepala Desa Leu sendiri, Muhammad Taufik, S.Ag dianggap memiliki komitmen kuat untuk Transparan dalam tata kelola Pemerintahan yang Didukung oleh  aparat Desa dan masyarakat. Desa Leu Sendiri dinilai sudah memiliki kriteria untuk dapat menjadi desa model, seperti Daftar Informasi Publik yang sudah harus dimiliki desa, website desa, SOP informasi publik desa, PPID desa, sarana dan prasarana, anggaran dan laporan atau evaluasi dan beberapa kriteria lainnya.

“Kami meyakini, jika kesadaran untuk transparan telah terbangun, maka secara otomatis partisipasi masyarakat ikut mengawal proses pembangunan dan penggunaan Anggaran akan semakin tinggi. Dengan Kualitas Partisipasi masyarakat yang makin baik, maka Penggunaan Anggaran di Desa juga bisa tepat sasaran dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat” Ungkap Kepala Desa Leu.

Dorong Keterbukaan di Desa

Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin mengatakan, Indonesia menduduki posisi pertama di dunia terkait indeks ketaatan dan loyalitas rakyatnya kepada pemerintah dengan memperoleh angka 80 poin. Bahkan, Indonesia mengalahkan Amerika Serikat yang hanya memiliki 35 poin dalam hal loyalitas.

Salah Satu Rangkaian Acara festival DBIP. Seminar Nasional Keterbukaan Informasi Publik, Menurunkan Angka Kemsikinan Melalui Penerapan Pemerintahan Terbuka.

“Jika tingkat kepatuhan ini dapat kita manfaatkan dengan baik, maka bisa jadi merupakan modal membangun desa dan daerah. Begitu desa kuat maka kabupaten dan provinsi-pun akan kuat,” ujar Amin saat membuka Festival Desa Benderang Informasi Publik (DBIP) Nasional 2017 di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, Selasa (28/11).

Amin berharap tingkat kepatuhan rakyat yang sangat tinggi harus diikuti dengan pemerintahan yang terbuka dan akomodatif. Sebab dengan keterbukaan itu, lanjut Amin, seluruh elemen masyarakat akan dapat ikut aktif berpartisipasi menciptakan kreatifitas dan inovasi untuk memajukan pembangunan di desa.

“Dengan keterbukaan dan kemitraan yang baik, maka rakyat memiliki ruang berpatisipasi aktif dalam keseluruhan proses pembangunan, termasuk ikut bertanggung jawab mengawasi penggunaan dana desa agar terhindar dari berbagai bentuk penyimpangan,” lanjut Amin.

Sebelumnya, Ketua Komisi Informasi (KI) NTB, Ajeng Roslinda mengatakan, melalui Festival DBIP yang melibatkan 995 desa dan sejumlah desa perwakilan dari kabupaten lain di Indonesia dengan 16 desa percontohan, termasuk Desa Leu Kabupaten Bima, akan bisa terus meningkatkan kesadaran aparatur desa akan pentingnya keterbukaan informasi.

Facebook Comments

1 Trackback / Pingback

  1. Sanggar Budaya “La Barasi” Desa Leu Tampilkan Kesenian Patu Mbojo dalam Gelar Budaya Festival DBIP Nasional – Desa Leu

Santabeta Warasi Komentar ro Masukan...