“Desa Berjejaring, Indonesia Kuat”, Bimbingan Teknis Penyuluh DBT 2017 Menuju Platform Tata Kelola Desa berbasis IT

LEU.DESA.ID—Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa dan Kawasan (BP2DK) bersama Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaaan Institut Pertanian Bogor (PSP3 – LPPM IPB) melakukan Penguatan Kapasitas terhadap Penyuluh Desa Broadband Terpadu (DBT) 2017 Regional Bali – Nusa Tenggara Barat melalui Bimbingan Teknis DBT 2017 di Mataram pada 7 – 11 November 2017. Kegiatan ini Merupakan rangkaian dari Program Pendampingan Penyelenggaraan Desa Broadband Terpadu di 222 Desa di 113 Kabupaten di 33 Provinsi di Indonesia.

Sebelumnya, Badan Penyedia  dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BPPPTI) bekerja sama dengan PSP3 – LPMP ITB telah melakukan kegiatan assestment di 222 Desa. Adapun salah satu output kegiatan assestment itu adalah menyeleksi Penyuluh  tiap Desa yang bertugas  mendamping Aparat Desa dan Masyarakat dalam Implementasi Platform Tatakelola Desa Terpadu. Agar Pelaksanaan Pendampingan oleh Penyuluh mencapai output yang diharapkan, maka dilakukan kegiatan Pendampingan Oleh BP2DK bersama PSP3 IPB dalam bentuk kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) guna meningkatkan kapasitas, kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki oleh Penyuluh  DBT Tiap Desa.

Baca Juga : Focus Grup Discusion Kegiatan ASsesment Desa Broadband Terpadu

Desa Broadband Terpadu 2017 sendiri merupakan program BP3TI Kementerian Komunikasi & Informatika yang memberikan infrastruktur internet berupa V-Sat ke 222 desa di seluruh Indonesia. Program ini ditujukan untuk membangun desa percontohan dalam konteks Platform Tata Kelola Desa berbasis TIK. Ke depannya, desa-desa tersebut akan menjadi acuan untuk mengembangkan konsep “one map, one data” di tanah air.

Meskipun pemilik program ini Kementerian Kominfo, tetapi program ini merupakan kolaborasi dari 5 kementerian dan lembaga. Selain Kementerian Kominfo, terlibat juga Kantor Staf Presiden, Kementerian Dagri, Kementerian Desa & PDT, serta Bapenas. Adapun sebagai pelaksana kegiatan ini adalah BP2DK berkolaborasi dengan PSP3 IPB

Para penyuluh DBT 2017 sendiri merupakan masyarakat desa yang memiliki keterampilan TIK terbaik di desa-desa penerima program DBT 2017 masing-masing. Para penyuluh ini kemudian ditunjuk melalui musyawarah warga desa yang kemudian ditetapkan oleh Surat Keputusan Kepala Desa. Desa Leu sendiri telah memilih dan menugaskan saudara Aden Juniardi Rahmat sebagai Penyuluh DBT desa Leu untuk mengikuti BIMTEK regional Bali – NTB yang diselenggarakan selama lima hari di Hotel Puri Indah , Cakranegara, Kota Mataram.

Kegiatan BIMTEK DBT untuk Regional Bali- NTB dibuka langsung oleh Kepala Dinas KOMINFOTIK NTB  Drs. Tri Budiprayitno, M.Si. Dalam Sambutannya Beliau menekankan Pentingnya Teknologi Informasi dalam Tata Kelola Desa. Dengan Pemanfaatan TI secara Optimal, Menurut Beliau Desa bisa Lebih Terbuka dan efektif serta efisien dalam Pelayanan kepada Masayarakat. Dalam Pelatihan selama Lima Hari ini, Penyuluh DBT mendapatkan Materi Tentang Pemanfaatan Aplikasi Sistim Informasi Desa dan Kawaasan (SIDEKA) untuk Platform Tata Kelola Desa, termasuk dalamnya tentang Dasar dasar Pengetahuan Pemetaan Spasial, Website Desa,. Beberapa orang yang menjadi Pemateri diantaranya adalah Perwakilan dari BPKP Kementrian Keuangan, Kementrian Dalam Negeri, Direktur BP3TI dan KemenkomInfo Republik Indonesia.

Peserta Bimtek DBT 2017 sendiri merupakan para penyuluh yang lokasinya paling dekat dengan pusat kegiatan BIMTEK. Adapun 10 pusat kegiatan tersebut, antara lain: Bandung, Jawa Barat; Makassar, Sulawesi Tenggara; Mataram, NTB; Kupang, NTT; Jayapura, Papua; Ambon, Maluku; Balikpapan, Kalimantan Timur; Medan, Sumatera Utara; Yogyakarta; dan Bandar Lampung.

Solihin Nurodin, koordinator program DBT 2017 untuk BP2DK menyampaikan bahwa selama Bimtek, para penyuluh mendapatkan penguatan seputar aplikasi Sistem Informasi Desa & Kawasan (SIDEKA) dan dasar-dasar pemetaan. Diharapkan, setelah kembali ke desanya masing-masing, para penyuluh bisa melakukan pendampingan ke aparatur desanya untuk mengimplementasikan SIDEKA.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Santabeta Warasi Komentar ro Masukan...