Ikuti Seminar Nasional Pembangunan Desa Unggul dan Berkelanjutan di Jakarta, Kepala Desa berbagi Cerita Inspirasi dan Hal-Hal Baik Yang ada di Desa Leu

LEU.DESA.ID, Jakarta – Kepala Desa Leu, Muhammad Taufik, S.Ag menghadiri Seminar Nasional Mewujudkan Desa Unggul Dan Berkelanjutan Bertempat di Hotel Harris Vertu, Jakarta Pusat (30/10). Seminar Nasional Ini sendiri diadakan Oleh Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), bekerja sama dengan Friedrich Ebert Stiftung (FES) dan Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Seminar ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan yang sudah dilakukan Kemenko PMK sejak tahun 2016 bersama FES dan Universitas Katolik Parahyangan terkait penajaman format pembangunan yang berbasis pada keunggulan dan potensi lokal, inovasi dan keberlanjutannya. Sejak tahun 2016 hingga 2017 ini,Kemenko PMK sudah melakukan survei terhadap 11 desa yang dianggap unggul dan bisa dijadikan contoh bagi desa-desa lain.

Dalam sambutannya, Dekan FISIP Universitas Katolik Parahyangan, Pius Sugeng Prasetyo, mengatakan, “Ketika kita melihat desa, kita tidak melihat kekurangan dan keterbelakangan saja, tetapi desa mampu mengekspolarasi potensi-potensi yang dimiliki. Harapannya, potensi tersebut ditopang oleh kekuatan-kekuatan dari bawah dengan dukungan Pemerintah, NGO, dan perguruan tinggi.”

Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan Kemenko PMK, I Nyoman Shuida menyampaikan, di era Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, pembangunan desa merupakan Prioritas Pembangunan Nasional hingga 2019. Namun ternyata, muncul berbagai masalah yang dihadapi desa saat ini. Masalah tersebut bukan berapa jumlah nominal dana yang diterima desa, namun bagaimana mekanisme pertanggungjawaban dan penyederhanaan mekanisme pertanggungjawaban serta pelaporannya. Untuk itu, perlu penyederhanaan mekanisme pertanggungjawaban dan penyederhanaan laporan penggunaan Dana Desa dan laporan penggunaan APBDes. “Pembangunan desa harus kita dukung dan ini menjadi tangung jawab kita bersama agar desa-desa menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di masa depan”, ujar Nyoman Shuida.

Pembangunan berbasis desa dan kawasan perdesaan memberikan ruang bagi pengembangan upaya pelestarian budaya, kearifan lokal, dan berorientasi pada upaya memberikan nilai tambah terhadap berbagai karakteristik desa yang sudah ada, misalnya desa pertanian, desa perikanan, desa kopi, desa adat, desa wisata, dan lain sebagainya. Sehingga, desa akan menjadi pusat kegiatan produktif masyarakat berbasiskan potensi lokal. “Desa-desa unggul diharapkan dapat mengketuktularkan keberhasilannya, karena pembelajaran antar sesama desa merupakan metoda yang paling efektif untuk memajukan desa-desa yang masih tertinggal. Marilah kita memberi perhatian dan kerja nyata yang sungguh-sungguh pada upaya pembangunan desa,” tegas Seskemenko PMK menutup keynote speech-nya.

Berbagi Cerita Inspirasi dan Dinamika Desa

Kepala Desa Leu Sendiri Hadir di acara tersebut atas Undangan dari Kemenko PMK Republik Indonesia. Beliau Didaulat untuk Bercerita  dan berbagi Hal hal baik yang ada di Desa, baik itu Berupa Tantangan, Pemikiran,  Inovasi dan Dinamika lainnya yang terjadi di Desa Leu guna mewujudkan Desa yang unggul dan berkelanjutan. Dari Pemerintahan Desa, Beliau menjadi Narasumber Bersama tiga Kepala Desa Lainnya, yaitu Desa Mallari Kabupaten Bone, Sulsel, Desa Nita, Kabupaten Sikka, NTT dan Desa Majasari, Kabupaten Indramayau, Jawa Barat.

Dalam paparannya, Kepala Desa bercerita tentang berbagai kemajuan dalam mengembangkan Potensi yang dimiliki oleh Desa. Beberapa Potensi tersebut menyangkut ketahanan Pangan, kesehatan/sanitasi,  ekonomi local, Pendidikan, Pemanfaatan Teknologi Informasi dan keterlibatan Demokratis Masyarakat Desa.  Kepala Desa juga Menyatakan bahwa Keterbatasan Potensi yang ada di Desa sebenarnya bukanlah factor yang paling menentukan dalam perkembangan dan berkelanjutannya sebuah Desa. Akan tetapi, Kearifan Lokal, baik itu Tradisi, ataupun Budaya  dan factor Kepemimpinan menjadi factor yang penting dalam menentukan arah Pembangunan Desa guna mencapai Profil dan Tujuan sebuah Desa.

Kepala Desa juga menekannkan tentang Pentingnya  Keterlibatan Masyarakat dalam Pembangunan Desa mulai dari Perencanaan (ide), realisasi Ide (pembangunan) sampai ke tahap Monitoring dan Evaluasi untuk menjaga keberlanjutan Program yang sudah dilakukan di Desa.

Beberapa Hal baik yang dipaparkan Diantaranya adalah dalam hal Partisipasi masyarakat dalam Pembangunan Desa, salah satunya berupa Perencanaan Pembangunan Partisipatif, Keterlibatan gender, dan Gotong Royong Masyasrakat. Untuk pengelolaan Keuangan Desa, di Tahun 2016 Desa Leu sendri Mendapat Penghargaan Dari Kementrian Keuangan Republik Indonesia melalui Dirjen Perbendaharaan Negara Kanwil Provinsi NTB sebagai Desa Prospektif penyelenggara Good Governance Pengelolaan Keuangan Desa.

Di tingkat Kebijakan, di Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan, Pemerintah Desa Leu telah menginisiasi lahirnya Perdes tentang STBM dan ODF dan juga Perdes tentang Lansia, Kemudian Penguatan Ekonomi Lokal Masyarakat berdasarkan Potensi yang ada di Desa salah satunya adalah lewat BUMDes. BUMDes Landoli Desa Leu memberikan bantuan Modal dan Peningkatan Nilai Jual Tenunan Tradisional Masyarakat Desa. Kemudian, salah satu bentuk Inovasi di Bidang Teknologi, Desa Leu sudah menerapkan Sistim Informasi Desa dalam membantu penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang efektif dan efisien. Adanya Sistim Informasi Desa membantu kantor Desa lebih efisien dan efektif dalam pelayanan Publik, kemudian Melalui Website Desa, Desa Leu meningkatkan pelayanan terhadap hak informasi Publik dan Transparansi Anggaran Desa sehingga Kualitas Partisipasi masyarakat Desa Leu meningkat.

“ Yang membanggakan di Desa Leu adalah kearifan Lokal (Lokal Wisdom) dijadikan pendorong bagi lahirnya Inovasi inovasi Desa. Praktek praktek Baik di Desa Leu sebenarnya bersumber dari Budaya dan adat istiadat Lokal itu sendiri. Seperti Budaya dan Falsafah Hidup Maja Labo Dahu. Yang Membentuk Masyarakat Yang Tangguh disegala sisi, kemudian Falsafah ini dalam Prakteknya bisa mendorong Pemerintahan Desa yang Amanah dan bertanggung jawab, serta secara tidak langsung ikut membantu masyarakat dalam menciptakan suasana Kantibmas Desa yang kondusif. Pemerintah Desa melakukan Pelembagaan Hal hal baik ini dalam bentuk Perdes tentang Lembaga Adat di Desa” Tambah Kepala Desa.

Tenun Tradisional Desa Leu diKenalkan Ke Peserta Seminar

Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bertema “Menuju Desa Inovatif Berbasis  Kearifan Lokal” dan “Permodelan Desa Unggul dan Berkelanjutan” serta pemaparan hasil penelitian Tim Universitas Katolik Parahyangan. Hasil dari seminar ini diharapkan dapat memberikan masukan untuk menghasilkan suatu model pengembangan desa unggul dan berkelanjutan yang dapat direplikasikan ke desa-desa lainnya yang berbasis pada potensi dan keunggulan lokal.

Di seminar ini, beberapa perwakilan desa juga membawa pernak pernik dan makanan khas daerah mereka untuk dipamerkan dan dijual. Tercatat ada tenun tradisional dari Desa Leu di Nusa Tenggara Barat, aksesoris wanita dari Desa Nita di Nusa Tenggara Timur, hingga makanan seperti keripik rumput laut dari Desa Mallari di Sulawesi Selatan. Hadir pula dalam seminar ini Anggota DPR RI Komisi II, Budiman Sudjatmiko; perwakilan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, kepala-kepala desa di Indonesia, dan pemerhati desa. Para peserta yang berjumlah lebih dari 100 orang dan berasal dari seluruh Indonesia ini kompak hadir mengenakan pakaian dari daerahnya masing-masing.

Sementara Itu, Panitia Pelaksana Kegiatan menyatakan bahwa adapun tujuan diadakannya seminar Nasional ini adalah untuk Diseminasi Praktek Praktek Pembangunan Desa yang ada diindonesia, kemudian diharapkan Peserta dapat memperoleh berbagi masukan mengenai pengembangan Inovasi Desa berbasis kearifan Lokal, dan yang paling penting adalah bagaimana seminar nasional ini benar benar bisa menghasilkan suatu pola/model yang aplikatif sehingga dapat dengan mudah dan fleksibel  diterapkan oleh desa desa yang akan mengembangkan Berbagai macam inovasi sesuai dengan potensi yang dimiliki masing masing Desa.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Santabeta Warasi Komentar ro Masukan...