Lima orang Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) Desa Leu mengikuti Pelatihan di UPTD Balatmas Distran NTB di Mataram

Sebanyak lima orang Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) Desa Leu mengikuti pelatihan yang dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Latihan Masyarakat (Balatmas) Dinstran Provinsi NTB di Mataram. Pelatihan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa Angkatan VIII Tahun 2017 ini  diikuti oleh masyarakat dari delapan desa Yang Berasal dari Kabupaten Lombok Tengah, Sumbawa Dompu Dan Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai dari tanggal 5 s.d 9 September 2017 di UPTD Balai Latihan Kerja dan Transmigrasi Propinsi NTB.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, H. Wildan (5/9) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas bagi Kader masyarakat Desa dalam Membantu pembangunan di Desa.  Dalam sambutannya,, Kepala Disnakertrans NTB mengatakan bahwa  pelatihan ini sesuai amanat undang undang RI nomor 6 Tahun 2014 dan UU nomo 3 tahun 2015. Lenjut beliau, KPMD memiliki posisi strategis dan penting dalam pembangunan dan pemberdayaan Desa.

“ Kader PMD dituntut  untuk mampu bekerja sama yang baik dengan Kepala desa dan Perangkat Desa lainnya” tuturnya.

Hal ini untuk mewujudkan pembangunan partisipatif di Desa dalam rangka menuju desa yang mandiri. Tujuan tersebut memungkinkan karena KPMD merupakan representasi dari warga desa yang selanjutnya berfungsi melakukan pemberdayaan skala lokal, meliputi tindakan asistensi, pengorganisasisan, pengarahan dan fasilitasi skala lokal desa. Kunci utama  keberadaan KPMD di desa yang merupakan warga desa itu sendiri adalah berkewajiban untuk melakukan upaya mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap, perilaku, kemampuan, kesadaran serta pemanfaatan sumber daya yang ada melalui kebijakan, program, kegiatan dan pendampingan yang sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat desa.

Secara umum Keberadaan KPMD di desa berfungsi untuk mendampingi pemerintah desa dalam memfasilitasi pendayagunaan sarana/prasarana milik desa seperti balai desa, gedung olah raga, gedung pertemuan, lapangan olah raga, taman dan lain-lain untuk dijadikan sebagai tempat/lokasi diselenggarakannya kegiatan-kegiatan pusat kemasyarakatan. Selain itu KPMD harus mampu mengorganisir dan memfasilitasi unsur-unsur masyarakat seperti tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, perwakilan kelompok tani, kelompok nelayan, kelompok pengrajin, kelompok perempuan dan kelompok masyarakat miskin untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pusat kemasyarakatan.

Diwaktu yang bersamaan Kades Leu, Muhammad Taufik, S.Ag mengatakan,  bahwa untuk melakukan pengorganisasian pembangunan desa dalam proses teknokratis itu harus mencakup pengembangan pengetahuan dan keterampilan terhadap para pelaku desa dalam hal pengelolaan perencanaan, penganggaran, keuangan, administrasi, sistem informasi dan lain sebagainya.

“warga desa yang aktif, kritis, peduli, berdaulat dan bermartabat. Hal ini antara lain merupakan kaderisasi yang melahirkan kader kader baru yang militan sebagai penggerak pembangunan desa,pelatihan seperti  inilah yang butuhkan “  katanya.

Dalam pelatihan selama lima hari tersebut, peserta pelatihan mendapatkan 9 modul mata latih dan 23 sub mata latih. Pelatihan KPMD mengajarkan banyak hal, diantaranya dinamika berkelompok, kebijkan pemerintah terkait KPMD, etos kerja, teknis komunikasi, dan tpe kepemimpinan. Kegiatan ini dilakukan diseluruh Indonesia, hanya saja belum bisa dilakukan diseluruh desa yang ada karena masalah anggaran.

Terpisah perwakilan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) Desa Leu, Sri Rahmawati, A.Ma, Pd mengatakan dirinya sangat puas atas presentasi yang dilaksanakan oleh para tutor.

“Saya sangat berterima kasih atas ilmu yang diajarkan oleh para tutor. Karena, ilmu tentang penyusunan dan pembuatan RPJM Desa, RKP maupun lainnya kami dapat mengetahuinya,” kata Sri sapaannya.

Lanjut Sri ‎atas pelatihan tersebut juga kami bisa mendapatkan informasi tentang pemerintahan desa dan keterlibatan KPMD dengan masyarakat. Ditambahkan Sri semoga pelatihan seperti ini akan terus digalakan oleh Pemerintah melalui menteri terkait.

Pelatihan ini sendiri  diikuti oleh 4o orang peserta dari 8 desa di NTB, yakni Desa Pejanggik dan sengkareng, kbaupaten Lombok Tengah, Desa Jorok dan Desa Mama kabupaten Sumbawa, desa wawonduru dan Desa Jala Kabupaten Dompu, Desa Bajo dan Desa Leu untuk Kabupaten Bima. Untuk Desa Leu sendiri, kelima orang Kader PMD yang mengikuti pelatihan adalah Muhammad Irfan, S.Pd, Sri Rahmawati, A.Ma, PD, SD, M. Subhan, S.Pd, Muh. Irfan, S.Pd dan Hasnah.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Santabeta Warasi Komentar ro Masukan...