PR2Media Lakukan Penelitian Implementasi Sistim Informasi Desa Di Desa Leu

Leu.desa.id- Minggu, (13/08), Desa Leu mendapat Kunjungan dari LSM  Pemantau Regulasi dan Regulator Media (PR2Media). Kujungan ini dalam rangka kajian dan studi terhadap penerapan Sistim Informasi Desa (SID) di Desa Leu. Tim dari PR2Media  yang datang ke Desa Leu berjumlah dua orang yaitu Puji Rianto dan Wisnu Martha Adiputra. Kedua oang ini merupakan Akademisi dan Praktisi Komunikasi dari Universitas Gajah Mada (UGM) dan Universitas Islam Indonesia UII Yogyakarta.

Peneliti dari PR2Media, Puji Rianto, SIP,M.A dan Wisnu Martha Adiputra M.Si, Berdiskusi dengan Masyarakat dan Pemerintah Desa Leu terkait Implementasi Sistim Informasi Desa di desa Leu

Menurut Puji Rianto, Peneliti di PR2Media, dipilihnya Leu sebagai Tempat penelitian adalah karena Penerapan Sistim Informasi Desa (SID) di Desa Leu sudah berjalan dengan cukup Bagus. Selain Desa Leu,  Ada 6 Desa lain di Indonesia yang dipilih sebagai tempat survey dan penelitian oleh PR2Media. Penelitian yang dilakukan ini dalam rangka mengetahui pencapaian, tantangan dan kendala regulasi di bidang Informasi dan Media, dalam hal ini terkait dengan Sistim Informasi Desa.

Kegiatan Focus Discusion Grup (FGD) di Kantor Desa Leu terkait Implementasi Sistim Informasi Desa

Kepala Desa Leu, Muhammad Taufik S.Ag bersama Sekretaris Desa Syam Ilyas, S.Pd menerima langsung Tim dari PR2Media di Kantor Desa Leu. Kepala Desa di Depan Tim Peneliti menjelaskan tentang Penggunaan Sistim Informasi Desa (SID) di desa Leu, salah satunya adalah untuk mempermudah pelayanan masyarakat, untuk publikasi kegiatan yang ada di desa maupun dusun, untuk transparansi dana desa, maupun untuk membantu mempromosikan UMKM lewat Website Desa.

Terkait dengan informasi Publik, Menurut Kepala Desa, Idealnya, keterbukaan informasi di tingkat Desa dapat menjamin proses pelayanan publik yang bertanggungJawab dan memungkinkan warga untuk mengetahui dan menuntut pemenuhan haknya.  Prinsipnya adalah, bahwa sistim Informasi desa tidak hanya semata Teknolgi, tetapi Sumber Daya Manusia Juga. Dalam wilayah Desa Leu, Sistim Informasi Publik yang berlaku tentunya tidak Hanya bisa mengandalkan Akses Teknologi semata, akan tetapi tidak terlepas dari Kerangka Budaya dan Adat istiadat Lokal dan sistim Sosial yang berlaku dalam MAsyarakat.

“Salah satu contoh Keterbukaan Informasi Publik di Desa Leu adalah bagaimana kamii mensosialisasikan Perkembangan dan Penggunaan anggaran Desa  melalui kegiatan Mbolo Weki. Kegiatan social kemasyarakatan semacam ini cukup efektif dalam mensosialisasikan kegiatan kegiatan pembangunan desa karena jika semata mengandalkan website atau Teknolgi, tentunya tidak semua masayrakat Desa Melek Teknologi dan memiliki akses Informasi yang sama” Terang Kepala Desa

PR2Media sendiri adalah Lembaga yang diluncurkan diJakarta pada tanggal 14 Juni 2010. Lembaga ini konsen terhadap penelitian tentang regulasi untuk Media serta lembaga Regulator Media yang ada di Indonesia. Selain Penelitian, PR2Media Juga melakukan Kegiatan Advokasi Publik untuk Kasus-kasus regulasi dan Regulator Media.

“PR2Media Konses terhadap penelitian, pegkajian, pemantauan dan Advokasi untuk penguatan Regulasi dan Regulator Media di Indonesia. Dalam Konteks Informasi Publik di Desa, Termasuk yang paling penting adalah terkait Dengan UU Desa  No 6 Tahun 2014, Dalam Pasal 86 yang mengatur Sistim Informasi Desa. Kita ingin mengetahui sejauh mana Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat melalui Lembaga dan kementrian terkait mengatur Sistim Informasi Desa ini dengan regulasi regulasi yang telah dihasilkan. Apakah Kebijakan yang ada sudah adil dan berpihak ke Desa dan sejauh mana Sistim Informasi yang ada memberdayakan Desa.   Temuan temuan yang ada akan kami teruskan ke seluruh Pemangku Kepentingan termasuk kementrian, Legislatif ataupun pihak terkait di lingkup Pemerintah Daerah”. Terang Puji Rianto.

Kegiatan Penelitian oleh Tim PR2Media ini berlangsung sehari di Kantor Desa Leu. Kegiatan Yang berlangsung hingga malam hari ini ditutup dengan Focus Discusion Grup (FGD) antara Tim Peneliti dengan berbagai elemen  Masyarakat. Dianataranya adalah Unsur  BPD, Kepemudaan, Pelaku Ekonomi Kecil Menengah, Bidan Desa, Karang Taruna, BUMDes dan Toko Agama. FGD ini dalam rangka mengetahui secara langsung respon masayarakat terhadap Penggunaan SIstim Informasi Desa di Desa Leu, dan sejauh mana SID tersebut dimanfatkan berikut Tantangan serta Peluang yang dihadapi dalam Penerapannya.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Santabeta Warasi Komentar ro Masukan...