Bersama 10 Desa Lain, Desa Leu dijadikan Contoh Desa Unggul dan Berkelanjutan di Indonesia

LEU.DESA.ID. Kepala Desa Leu, Muhammad Taufik S.Ag menghadiri Acara Focus Discusion Grup (FGD) tentang Desa Unggul dan berkelanjutan pada tanggal 28 – 29 Juli di Hotel Grand Tcokro Bandung. FGD ini adalah acara yang diadakan Oleh Universitas Katolik Parahyangan Bandung ( UNPAR ) yang bekerja sama dengan Kementrian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK Republik Indonesia) dan Lembaga asal Jerman Friedrich Ebert Stiftung  (FES) Perwakilan Indonesia.

Sebanyak 20 Kepala Desa sebagai perwakilan Masyarakat Sipil pedesaan ikut dalam acara ini. Disamping itu, hadir juga Perwakilan dari Kemenko PMK, Akademisi dari UNPAR Bandung dan pendamping Desa dari LSM Solud yang berpartisipasi dalam Diskusi selama dua hari ini. Acara FGD selama dua hari ini juga menghadirkan Narasumber dari berbagai Pihak, seperti dari Unsur Pemerintah, Akademisi, Pengusaha Lokal dan LSM.

FGD ini merupakan bentuk tindak lanjut dari Survey lapangan  bersama yang telah dilakukan oleh Akademisi dari UNPAR di 11 Desa terpilih dari Tahun  2016 – 2017 di Seluruh Indonesia. Desa Leu sendiri Menjadi salah satu dari sebelas Desa terpilih yang dijadikan lokasi Penelitian tentang Peluang, hambatan dan tantangan Desa untuk menjadi Desa Unggul dan berkelanjutan di Indonesia. Sedangkan kesepuluh Desa Lainnya adalah Desa Sebayan Kab. Sambas Kalimantan Barat, Desa Majasari Kab. Indramayu Jawa Barat, Desa Lalang Sembawa Kab. Banyuasin Sumatera Selatan, Desa Mallari Kab. Bone Sulawesi Selatan, Desa Nita Kab. Sikka Nusa Tenggara Timur, Desa Mengwi Kab. Badung Bali, Desa Kerta Kab. Lebak Banten, Desa Kanonang Dua Kab. Minahasa Sulawesi Utara, Desa Buluh Duri Kab. SerdangBedagai Sumatera Utara, dan Desa Sukalaksana Kab. Garut Jawa Barat.

Kepala Desa Sebayan, kalimantan Utara sedang Mempresentasikan Potensi Desa

Dr. Pius Sugeng Prasetyo, Dekan Fisipol Unpar bandung yang juga salah seorang Peneliti yang turun langsung  meneliti peluang dan tantangan tentang Desa Unggul dan Berkelanjutan di Desa Leu  selama 3 hari di Bulan Mei 2017 lalu,  mengatakan Bahwa FGD ini merupakan tindak Lanjut dari serangkain Penelitian yang telah dilakukan Timnya dari Unpar Bandung yang berkerja sama dengan Kemenko PMK dan FES perwakilan Indonesia sepanjang Tahun 2016-2017. Penelitian ini untuk mengetahui tentang Praktik Baik yang ada di Desa Desa di Indonesia baik itu dari Dimensi Sosial, Ekonomi, Teknologi dan Politik yaitu berupa Ketahanan pangan, Bisnis Lokal, Energi Terbarukan, Pendidikan, keterlibatan Demokratis dan Penggunaan Teknologi Informasi.

Kepala Desa Leu, Muhammad Taufik, S.Ag beserta Kepala Desa Peserta Focus Discusion Grup (FGD)

Dalam Kesempatan FGD ini, Kepala Desa Leu, Muhammad Taufik, S.Ag  diberikan kesempatan untuk mempresentasikan Peluang  dan Tantangan Desa Leu dalam menjadi Desa Unggul dan berkelanjutan di Kabupaten Bima. Dalam Presentasinya, Kepala Desa menceritakan tentang bebebrapa Kebijakan dan Praktik praktik Baik yang ada di Desa Leu. Diantaranya adalah dalam hal Partisipasi masyarakat dalam Pembangunan Desa, salah satunya berupa Perencanaan Pembangunan Partisipatif, Keterlibatan gender, dan Gotong Royong Masyasrakat. Untuk pengelolaan Keuangan Desa, di Tahun 2016 Desa Leu sendri Mendapat Penghargaan Dari Kementrian Keuangan Republik Indonesia melalui Dirjen Perbendaharaan Negara Kanwil Provinsi NTB sebagai Desa Prospektif penyelenggara Good Governance Pengelolaan Keuangan Desa.

Kepala Desa Leu sedang Mempresentasikan Peluang dan Tantangan Desa Leu menuju Desa Unggul dan Berkelanjutan di Indonesia

Di tingkat Kebijakan, di Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan, Pemerintah Desa Leu telah menginisiasi lahirnya Perdes tentang STBM dan ODF dan juga Perdes tentang Lansia, Kemudian Penguatan Ekonomi Lokal Masyarakat berdasarkan Potensi yang ada di Desa salah satunya adalah lewat BUMDes. BUMDes Landoli Desa Leu memberikan bantuan Modal dan Peningkatan Nilai Jual Tenunan Tradisional Masyarakat Desa. Kemudian, salah satu bentuk Inovasi di Bidang Teknologi, Desa Leu sudah menerapkan Sistim Informasi Desa dalam membantu penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang efektif dan efisien. Adanya Sistim Informasi Desa membantu kantor Desa lebih efisien dan efektif dalam pelayanan Publik, kemudian Melalui Website Desa, Desa Leu meningkatkan pelayanan terhadap hak informasi Publik dan Transparansi Anggaran Desa sehingga Kualitas Partisipasi masyarakat Desa Leu meningkat.

“ Yang membanggakan di Desa Leu adalah kearifan Lokal (Lokal Wisdom) dijadikan pendorong bagi lahirnya Inovasi inovasi Desa. Praktek praktek Baik di Desa Leu sebenarnya bersumber dari Budaya dan adat istiadat Lokal itu sendiri. Seperti Budaya dan Falsafah Hidup Maja Labo Dahu. Yang Membentuk Masyarakat Yang Tangguh disegala sisi, kemudian Falsafah ini dalam Prakteknya bisa mendorong Pemerintahan Desa yang Amanah dan bertanggung jawab, serta secara tidak langsung ikut membantu masyarakat dalam menciptakan suasana Kantibmas Desa yang kondusif. Pemerintah Desa melakukan Pelembagaan Hal hal baik ini dalam bentuk Perdes tentang Lembaga Adat di Desa” Tambah Kepala Desa.

Perwakilan Kemenko PMK Republik Indonesia, Herbert Siagian mengatakan bahwa Temuan dalam Penelitian Ini akan digunakan sebagai rekomendasi Kebijakan Publik dan sabagai Referensi Praktik Terbaik dan Inovasi  yang telah diterapkan diberbagai Desa di Indonesia.

Kepala Desa Leu bersama Kepala Desa Majasari (berdiri). Desa Majasari adalah Desa Juara dalam Lomba Desa Tingkat Nasional Tahun 2016

“Melalui Penelitian yang telah  dilakukan, banyak pelajaran yang didapat dari keberhasilan Pemerintah di 11 Desa terpilih, ada juga kebijakan dan kearifan Lokal masing masing yang menunjang Pembangunan di masing masing Desa tersebut sebagai Desa Unggul dan berkelanjutan.  Hal hal positif tersebut akan kami sosialisasikan dan di sebar ke desa desa lain diseluruh Indonesia. Harapannya semoga Praktik terbaik dari Model Desa Berkelanjutan ini bisa digunakan dan dipelihara sebagai contoh Pembelajaran terdepan dan menjadi sumber keunggulan Desa” Tutup Perwakilan Kemenko PKM, Bpk Herbert Siagian.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Santabeta Warasi Komentar ro Masukan...