Registrasi dan Pengkartuan Ternak Sapi Desa Leu Tahun 2017

LEU.DESA.ID (18/07). Pemerintah Desa Leu bekerja sama dengan UPT Peternakan dan Kesehatan Hewan Kecamatan Bolo kembali melakukan  Kegiatan registrasi dan pengkartuan Ternak Tahun 2017.  Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima bekerja sama dengan Pemerintah Desa Leu Tiap Tahun.  Di tingkat Kabupaten, Kegiatan Registrasi Ini bertujuan untuk mengetahui Populasi Ternak Sapi dan sebarannya sebagai dasar penentuan kebijakan dan perencanaan pembangnan peternakan  dan kesehatan hewan.

Buku Registrasi Ternak Sapi Desa Leu dan Kartu Ternak Milik Warga yang telah Teregistrasi
Sekretaris Desa Leu, Syam Ilyas, S.Pd

Sekretaris Desa Leu, Syam Ilyas, S.Pd ditemui saat kegiatan  registrasi  dan pengkartuan Ternak milik Warga Desa Leu di sekitar area penggembalaan di Desa Tumpu menyatakan kegiatan Registrasi Ternak ini akan dilaksanakan selama empat hari dari tanggal 18 – 21 Juli di beberapa tempat penggembalaan sapi Warga Leu yang  bekerja sama dengan UPTD Peternakan Kecamatan Bolo.

Disamping melakukan Regitrasi dan cacah Jiwa Ternak Sapi, , UPTD Peternakan kecamatan Bolo juga melakukan penyuntikan vitamin Ternak (viterna) dan Vaksinasi  Antraks pada Ternak Sapi milik Warga

Kegiatan Vaksinasi Antraks dan Penyuntikan Vitamin Ternak

Masih Menurut Sekretaris Desa, Ternak yang didata adalah ternak masyarakat dan ternak pemerintah yang ada di masyarakat meliputi ternak besar (sapi, kerbau, kuda), ternak kecil (kambing, domba, babi), unggas dan aneka ternak (kelinci dll). Namun, ternak yang diberikan kartu dan jasa layanan hanya ternak besar. “Ternak yang diregister hendaknya ditunjukkan/dihadirkan kepada petugas pelaksana pendataan ternak di tingkat lapangan untuk kemudian diidentifikasi tanda-tandanya yang meliputi: jenis ternak, jenis kelamin, umur, jumlah beranak (untuk ternak betina), warna rambut, tanduk, telinga, pusa-pusar, dan tanda-tanda lainnya termasuk cap bakar pada tubuh ternak” Lanjutnya.

Staff Pemerintah Desa Leu beserta Petugas dari UPT Peternakan dan Kesehatan Hewan Kecamatan Bolo saat kegiatan registrasi Ternak Besar milik Warga Desa Leu di hari pertama

Syam Ilyas juga menjelaskan prosedur register ternak yang dilaksanakan setiap tahun di Desa Leu. Sebelum diregister akan disepakati jadwal kegiatannya yaitu antara UPT Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan Pihak Pemerintah Desa dan  Pemilik Sapi. Untuk jadwal registrasi ini berlangsung sekitar Juli hingga Desember. Kemudian petugas register adalah yang berasal dari kabupaten, kecamatan dan desa, yang masing-masing mereka memberikan konstribusi dan bertanggungjawab. Petugas register ini meliputi petugas pembaca sidik ternak, petugas pencatat buku register, petugas pencatat kartu ternak, dan petugas pelaksana cap bakar ternak.

Ada juga petugas dari kecamatan yang melakukan pendampingan sekaligus menyelesaikan sengketa apabila selama proses registrasi terdapat masalah di lapangan. Selanjutnya terdapat petugas penyuluh dalam hal ini PPL yang memberikan motivasi, pengerahan masyarakat, dan penyuluh penyakit. “Register ini dicatat dalam buku induk yang ada di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten,” katanya.

Seorang Peternak Ketika Menyiapkan Sapi Ternaknya untuk DI Vaksin dan disuntik Vitamin

Lebih lanjut, Syam Ilyas Menjelaskan bahwa kepala desa dalam  kegiatan register ini menjadi koordinator di tingkat desa, karena tanpa peran kepala desa petugas lain tidak dapat berbuat banyak. Mengenai pembiayaan register, Peternak hanya dibebankan biaya untuk Retribusi Vaksinasi Ternak Besar sebesar Rp. 3000,-  per ekor, Seluaruh Biaya ini bukan untuk Desa, akan tetapi akan disetorkan ke Dinas Terkait.  hal ini sesuai Perda no. 5 Tahun 2011.

Terakhir, Syam Ilyas berharap kepada warga yang memiliki Ternak Sapi untuk Bisa Pro Aktif mengikuti kegiatan Registrasi dan Pengkartuan Ternak Tahun ini, Apalagi ada beberapa manfaat dari kartu ternak ini yang sangat penting bagi Peternak itu sendiri. Tanpa kartu ternak, ternak tidak bisa dijual, tidak dapat dipotong, dan kartu ternak menjadi identitas dari masing-masing ternak. “Tanpa kartu pemerintah tidak dapat memberikan pelayanan yang berkaitan dengan ternak. Ini sesuatu hal yang sangat menarik dan luar biasa yang ada di Bima,” tutupnya.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Santabeta Warasi Komentar ro Masukan...