Desa Leu Wakili Kabupaten Bima dalam Lomba Bina Keluarga Lansia (BKL) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat

Leu (20/5). Memasuki usia yang tidak muda lagi bukan menjadi halangan untuk tetap aktif dan produktif. Untuk memberikan dukungan bagi kegiatan lansia di hari tuanya, Pemerintah Pusat melalui BKKBN RI mengadakan Program Kelompok Bina Lansia (BKL) di seluruh Indonesia.

BKL atau Bina Keluarga Lansia adalah kelompok kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan keluarga yang memiliki lanjut usia dalam pengasuhan, perawatan, dan pemberdayaan lansia agar dapat meningkatkan kesejahteraannya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan lansia melalui kepedulian dan peran keluarga dalam mewujudkan lansia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, produktif, dan bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.

Untuk lebih memotivasi kelompok BKL maka pemerintah mengadakan verifikasi dan seleksi serta memberikan penghargaan bagi Kelompok BKL yang terbaik. Adapun yang menjadi kriteria penilaian adalah kader terbaik dalam memberikan penyuluhan maupun pelayanan kesehatan, ketrampilan lansia dalam membuat benda-benda kerajinan seperti anyaman,  Tenun, UKM, ketertiban pengurus BKL dalam mengelola administrasi, dll.

Pada hari Kamis (20/4) Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) Kelompok Sepeda di Desa Leu, Kecamatan Bolo memperoleh kesempatan untuk dinilai oleh Tim Penilai Lomba Bina Keluarga Lansia (BKL) Tingkat Propinsi Nusa Tenggara Barat,  dalam Hal ini diwakili Oleh Tim dari BKKBN, TP PKK Propinsi  dan Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bersamaan dengan itu, ikut hadir menyambut dan mendampingi Tim Penilai Provinsi NTB adalah Unsur Pengurus TP PKK kabupaten Bima, Dinas Kesehatan  Kabupaten Bima, Camat Bolo, Kepala Desa Leu, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama, Unsur TP. PKK Kecamatan Bolo, TP. PKK Desa Leu dan Undangan Lainnya.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka lomba kader dan keluarga harmonis sejahtera tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2017 ini bertujuan untuk mencari satu orang pemenang dari masing-masing kategori yang dilombakan untuk kemudian menjadi wakil Provinsi Nusa Tenggara Barat  dalam lomba serupa yang dilaksanakan di tingkat Nasional pada tahun ini.

Untuk diketahui, Sebelum bertolak Ke Desa Leu , terlebih dahulu Tim Penilai dari Propinsi NTB diterima oleh Bupati Bima, Hj. Indah Damayanti Putri dan Ketua Tim penggerak PKK Kab. Bima di Aula Kantor Bupati Bima.

Ketua Tim Penggerak PKK desa Leu, Nuna M. Taufik Menyatakan bahwa  BKL kelompok ‘Sepeda’ Desa Leu Merupakan wakil dari Kabupaten Bima dalam ajang lomba BKL Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2017. Lebih Lanjut beliau berharap bahwa dengan adanya program pemerintah ini, para lansia tidak hanya menjadi beban keluarga/bahkan Negara, tetapi menjadi lansia yang aktif dan berguna bagi keluarga dan juga masyarakat.

“Hal ini telah lama berjalan  di Desa Leu dan  InsyaAllah seterusnya akan terus kita  lakukan pemBinaan dan pendampingan terhadap warga Lansia melalui Program BKL yang ada di Desa Leu”. Tutupnya

Sementara itu, Kepala Desa Leu, Muhammad Taufik, S.Ag  dalam sambutannya di depan Tim Penilai menyatakan bahwa Kegiatan Bina Lansia yang ada di Desa Leu sebenarnya tidak hanya terfokus karena adanya Lomba dan Penilaian dari Propinsi saja, akan tetapi secara khusus beliau menegaskan bahwa Desa sejak dulu melaksanakan Pembinaan dan pendampingan terhadap para Lansia yang ada di Desa Leu. Hal ini dapat dilihat dari beberapa kegiatan yang ada di Desa Leu seperti Senam Lansia, Pemeriksaaan Kesehatan, Kerja Bakti, bernyayi dan lain-lainnya. Lebih Lanjut, Kepala Desa menyatakan bahwa Khusus untuk Desa Leu, sejak 2015 sudah memprioritaskan penggunaan APBDes untuk pemenuhan kebutuhan Sosial dasar warga Desa.

“Alhamdulillah, di Tahun 2017 ini, Pemerintan Pusat   telah mengamanatkan kepada Seluruh Desa di indonesia untuk bisa menggunakan minimal 20 % Dana Desa untuk Pemenuhan Kebutuhan social Masarakat. Hal ini memberikan akses sebesar-besarnya pada Pemerintah Desa untuk bisa menjamin kebutuhan masyarakat di bidang pelayanan Dasar, termasuk untuk Warga Lansia.” Lanjut Beliau.

Kepala Desa  menambahkan tidak ada persiapan khusus dalam menghadapi penilaian lomba BKL tingkat Propinsi di karenakan apa yang ada dalam kriteria penilaian sudah di laksanakan dalam setiap harinya oleh para anggota BKL Sepeda Desa Leu.

Diharapkan setelah adanya penilaian ini anggota BKL Sepeda bisa lebih giat lagi dalam melaksanakan kegiatan yang ada kaitanya dengan BKL, seperti senam kesehatan lansia yang sudah masuk agenda mingguan untuk segera di laksanakan.

Ia menjelaskan, penilaian BKL yang dilakukan hari ini diselenggarakan di  posyandu Sepeda, tepatnya di wilayah Dusun Sepeda. Ia menambahkan, dalam perlombaan tersebut banyak yang dinilai diantaranya pemeriksaan kesehatan lansia, kreatifitas para lansia seperti UKM. “Contoh UKM yang dinilai yaitu membuat Tenunan Tradisional Bima (Tembe Nggoli), membuat tempat Anyaman Bedek Bambu, membuat Jamu dan Ramuan Tradisional, dan lain lain,” paparnya.

Lanjut Kepala Desa, dengan mengikuti perlombaan BKL Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat  pihaknya berharap agar warga Desa Leu terus berkreasi dan mengembangkan bakat, terutama para remaja. Kata Kepala Desa, tak ada alasan untuk tidak terus berkreasi dan berkarya. “Kreasi yang dibuat oleh para lansia saja bisa mendapatkan hasil, saya harap pemuda pemudi yang ada di Desa Leu ini bisa mengikutinya,” tutupnya.

Pada Acara Penilain tadi Pagi, Penilaian di fokuskan pada Kegiatan yang di lakukan BKL Sepeda  seperti penimbangan lansia dan cek kesehatan, ketrampilan para anggota BKL Sepeda  seperti pembuatan jajanan pasar, Tenunan Tradisional Bima, Anyaman Bedek Bambu dan  Pemeriksaan Administrasi BKL Sepeda  tentang pembukuan dalam setiap bulanya dan tutup buku pada akhir tahun.

Tim dari BKKBN dan Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berjumlah dua orang untuk masing-masing kategori melaksanakan penilaian dengan metode tatap muka dan interview serta kunjungan langsung ke kelompok BKL Sepeda Desa Leu. Didampingi oleh para pendamping dari Tim Penggerak PKK dan BKKBN Kabupaten Bima,  penilaian tersebut dilaksanakan dari pagi hingga selesai pada sore hari.

Camat Bolo, Mardianah SH mengatakan bahwa kader  Bina Keluarga Lansia (BKL), yang dipilih untuk mengikuti lomba tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat  tersebut telah benar benar memiliki kapasitas yang memadai di kategori masing-masing sehingga nantinya jika terpilih sebagai wakil Provinsi Nusa Tenggara Barat di ajang lomba tingkat Nasional, mereka diyakini akan mampu bersaing dengan peserta dari provinsi lain.

Facebook Comments

1 Comment

  1. selamat buat,,,,,desa Leu dan seluruh instansi desa,,,,
    dan pada akhir.a,,,,,proses yang di usahakan se demikian rupa memperoleh hasil yang memuaskan,,,,,
    moga sukses selalu,,,,buat masyarakat Leu ,,,terkhusu untuk,,,,bapak MUHAMMAD TAUFIK H. ZAINUDDIN S.Ag,,,,,
    sekali lagi selamat atas terpilih.a,,,,,desa Leu sebagai wakil dari kabupaten BIMA dalam lomba BKL,,,,tk.PROVINSI NTB,,,,,,

1 Trackback / Pingback

  1. Pemeriksaan Kesehatan LANSIA, Pemerintah Desa Gandeng PKM Bolo – Desa Leu

Santabeta Warasi Komentar ro Masukan...