Kegiatan Rutin Posyandu Desa Leu

Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar/sosial dasar, untuk mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi. Secara umum Posyandu merupakan wadah pemberdayaan masyarakat yang dibentuk melalui musyawarah mufakat di desa dan dikelola oleh Pengelola Posyandu, dalam hal ini adalah Kader Posyandu yang di bantu oleh Bidan Desa dan Petugas dari Puskesmas  yang dikukuhkan dengan keputusan kepala desa.

Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan di Desa Leu adalah kegiatan Posyandu. Kegiatan Posyandu diselanggarakan oleh masyarakat Desa Leu (Kader Posyandu) yang dibantu oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Bolo. Seperti yang terlihat Hari Rabu (22/3) di Posyandu Dusun Garuda dan Dusun Sepeda. Kegiatan Posyandu yang rutin dilaksanakan Tiap satu kali dalam Sebulan ini dimulai pada pukul 08.00 Pagi. Di desa Leu sendiri terdapat 5 buah Posyandu yang masing masing ada di tiap tiap dusun

Secara umum , Kegiatan-kegiatan yang dilakukan di  dua Posyandu ini  dibagi menjadi dua kategori, untuk balita dan untuk ibu-ibu. Untuk balita,  Bentuk pelayanan tersebut meliputi penimbangan balita untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Penimbangan secara rutin di Posyandu dilakukan untuk memantau pertumbuhan dan mendeteksi sedini mungkin penyimpangan pertumbuhan balita. Dari kegiatan penimbangan yang dicatat dalam KMS (Kartu Menuju Sehat) dapat diketahui status pertumbuhan balita. KMS ini merupakan kartu yang memuat data pertumbuhan, perkembangan, imunisasi, dan informasi penting lainnya, sehingga kita dapat melihat keberhasilan program (kesehatan dan pertumbuhan) melalui grafik pada kartu KMS. Selain itu juga dilakukan pemberian imunisasi pada balita untuk menjaga kekebalan tubuh agar terhindar dari berbagai macam penyakit yang menyerang anak-anak. Seperti imunisasi BCG, DPT, Polio, Hepatitis B, dan juga Campak serta Pemberian Vitamin.

Sedangkan untuk ibu-ibu, fasilitas yang disediakan adalah pemeliharaan kesehatan selama mengandung dan layanan KB serta peningkatan Gizi Ibu Hamil dengan Pemberian Vitamin. Dengan adanya posyandu ini, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan untuk membantu meningkatkan kesehatan dan membantu memonitoring pertumbuhan dan perkembangan balita dan Ibu Hamil.

Rohana selaku ketua posyandu Sepeda mengatakan ” kita melakukan kegiatan Posyandu ini sebulan sekali Tiap minggu ke tiga. Dalam Tiap Kegiatan kita mendapatkan Pendampingan dari UPT Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) kecamatan Bolo dan Bidan Desa Leu yang bertugas. Untuk  Balita yang datang ke posyandu berkisar lebih kurang 20 orang balita dan mungkin juga bisa lebih. Umur anak balita sekitar 1 bulan sampai 5 tahun” ujarnya

Ditempat yang sama Rosmawati sebagai warga sekitar  menceritakan bahwa Setiap hari Rabu Minggu Ketiga setiap bulannya selalu membawa putranya Muhammad Ihkam (1) ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Sepeda untuk melakukan penimbangan berat badan atau imunisasi. Meski tergolong mampu untuk membawa anaknya ke dokter anak namun perempuan yang tinggal di RT 12 ini lebih memilih melakukan pengecekan kesehatan awal Balitanya di Posyandu

“Untuk imunisasi, saya yakin kalau kita pasti diberikan vaksin sudah standar sesuai Kementrian Kesehatan. Gratis pula,” kata wanita yang bekerja Sebagai Ibu Rumah Tangga Ini.

Selain itu, menurut dia, para kader posyandu dan bidan yang bertugas juga umumnya memiliki pengetahuan yang baik. “Terkadang mereka memberikan informasi tentang kontrasepsi atau pencegahan demam berdarah,” tuturnya.

Nurwahidah, S.KM petugas promosi kesehatan masyarakat (Promkes) Puskesmas Bolo saat ditemui di balai Posyandu Dusun Sepeda mengatakan bahwa kegiatan ini adalah agenda rutin Puskesmas Bolo yang diselenggrakan setiap minggu disemua desa yang ada dikecamatan Bolo.

”Untuk Posyandu, biasanya tim dari Puskesmas Bolo bersama Kader Posyandu  melaksanakan kegiatan dalam satu paket. Disamping pemeriksaan kesehatan ibu dan anak (KIA), tim gizi, program kesehatan masyarakat dan bidan memebrikan pelayanan dan pembinaan di posyandu disetiap desa berdasarkan jadwal yang telah dibagikan”  Papar Nurwahidah.

Sementara itu, Bidan Desa Leu, Nurella A.Md Keb menyatakan bahwa Selain pemantauan gizi, Kader Posyandu di damping oleh Bidan Desa Dan petugas Promkes dari Puskesmas Bolo juga melakukan sosialisasi tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang ( MJKP). Yakni bisa menggunakan IUD, dan kontrasepsi lainnya. Hal ini sebagai bentuk mensukseskan program Keluarga Berencana (KB). Ketakutan akan penggunaan metode KB sangat menunjang kesehatan dan keselarasan reproduksi wanita. Seyogyanya, warga bisa faham dan menggunakan MJKP ini dengan baik.

“dengan MJKP ini wanita dan ibu- ibu bisa mengetahui dan menjadwalkan kelahiran anak. Selain itu juga mengerti jenis KB apa yang harus dipergunakan. “ terang Nurella.,

Bidan Desa Leu lainnya, Ulvah Amd, Keb mengapresiasikan atas kinerja kader yang ada. Kegiatan rutin inui menjadi semangat dan bekal ilmu bagi ibu desa yang hendak melakukan MJKP. Semakin banyak yang mengikuti program KB, maka sukses pula program 2 anak cukup.

“kita sosialisasikan terus, agar masyarakat tahu dan tidak takut untuk ber KB. Kegiatan pemantauan gizi ini juga cerminan akan keberlangsungan generasi penerus bangsa, sepatutnya kita jaga kesehatannya, “ katanya.

Sementara Itu, Kepala Desa Leu, Muhammad Taufik,S.Ag kembali menekankan pentingnya Kegiatan Posyandu, karena   menurut beliau pada dasarnya Posyandu mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Masyarakat bisa sadar arti pentingnya kesehatan. Baik kesehatan diri sendiri, anak, keluarga dan lingkungan masyarakat. Menyorot Tentang Pentingnya Peran Para Kader Posyandu, Kepala Desa memberikan Apresiasi dan ucapan  Terima Kasih yang besar kepada mereka, karena dengan Jumlah Insentif yang jauh dari kata cukup mereka masih bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat Desa.

“Alhamdulillah ditengah keterbatasan,  kader-kader Posyandu di desa kami merupakan kader yang aktif dalam memberikan pelayanan dan perhatian kepada masyarakat dan serius menangani masalah-masalah kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Santabeta Warasi Komentar ro Masukan...