Prihatin Maraknya Peredaran Narkoba Di Bima, Ikatan Pemuda Membangun (IPM) Lingkungan Kampo Mudu Desa Leu menggelar Dialog Terbuka Tentang Narkoba dalam berbagai Perspektif

Leu.desa.id. (21/2/2017) Dalam rangka sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba dikalangan Remaja dan Pelajar  khususnya yang ada di Desa Leu, Organisasi Kepemudaan Lingkungan Kampo Mudu, yaitu Ikatan Pemuda Membangun (IPM ) bekerja sama dengan Pemerintah Desa Leu  Pada Hari Senin Malam (20/2) menggelar acara Dialog Terbuka yang mengusung Tema “ Narkoba dalam Perspektif Kesehatan dan Islam” yang bertempat Di Lingkungan Dusun Melati Desa Leu.

Kegiatan Dialog Terbuka tentang Narkoba ini di hadiri oleh ratusan warga Desa Leu, para Pelajar, Tokoh Pendidikan,Tokoh, Pemuda dan Tokoh Agama. Juga hadir Kepala Desa bapak Muhammad Taufik, S.Ag, Bhabinkabtibmas Desa Leu Brigadir Gurachmi dan Babinsa, Tim dari PKM Bolo, penggiat anti Narkoba, Mahasiswa KKN STKIP Bima dan Tamu undangan lainnya.

Kepala Desa Leu Dalam Sambutannya menyampaikan Aspirasi dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada Organisasi Kepemudaan IPM dan masyarakat Dusun Melati umumnya yang telah memberikan Atensi dan perhatian yang lebih terhadap  fenomena Maraknya Peredaran dan penggunaan Narkoba dikalangan Pelajar dan Remaja.

 “Kegiatan Dialog Terbuka tentang Narkoba di Desa Leu ini adalah yang pertama kali diadakan dan yang paling saya apresiasi adalah Inisiasinya yang datang dari unsur Pemuda itu sendiri. Ini menandakan bahwa ada kesadaran komunal  tentang bahaya Peredaran Narkoba dikalangan masyarakat.” Ujar Kepala Desa

“Kita Prihatin, dari tahun ke tahun jumlah pengguna Narkoba di Bima dan kecamatan Bolo khususnya menunjukan tren peningkatan, apalagi sekarang ini Penyalahgunaan Obat obatan seperti Tramadol sudah sangat memprihatinkan. Tindakan Preventif dan pencegahan dini adalah kuncinya, salah satunya adalah seperti Kegiatan Dialog Terbuka malam ini. Selain karena bisa mengedukasi warga,menurut saya apabila dilakukan secara konsisten dan dilaksanakan secara priodik akan bisa menjadi Role model atau contoh bagi Desa desa lainya dalam hal membangun kesadaran Masyarakat akan Bahaya Narkoba” Tutup Kepala Desa

PicsArt_02-25-08.25.07 PicsArt_02-25-08.35.57 PicsArt_02-25-08.13.33

Sementara itu, Bhabinkabtibmas Desa Leu, Brigadir Gurachmi dalam sambutannya mengatakan bahwa darurat narkoba telah masuk keseluruh elemen masyarakat, mulai dari aparat pemerintahan sampai ke masyarakat biasa sudah menjadi pengguna narkoba. Peredaran narkoba yang sedemikian meresahkan dan membahayakan ini menjadi hal massif yang menyerang seluruh lapisan masyarakat kita.
“Untuk itu ditekankan bahwa penanggulangan bahaya narkoba merupakan tugas dan tanggungjawab kita bersama, bukan hanya tugas Badan Narkotika atapun aparat kepolisian saja. Karena itu saya mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, para orang tua dan generasi muda untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan narkoba serta berperan aktif mengawasi setiap lingkungan kita dari peredaran narkoba dilingkungan sekitar kita.´Himbau Babinkabtibmas Desa Leu

Dalam acara Dialog Terbuka ini, hadir sebagai Narasumber Adalah dr. Fatimah Tuzzahro dari Puskesmas Bolo dan Ustz. Ibrahim MT S.Pd. Dalam Paparannya, dr. Fatimah Tuzzahro berharap agar pencegahan dan pemberantasan serta peredaran gelap narkoba khususnya yang melibatkan anak anak usia sekolah dapat di cegah sedini mungkin. Disamping memberikan Materi tentang bahaya dari Narkoba, pemateri juga secara khusus membahas  Fenomena peredaran dan penyalahgunaan Tramadol di Kabupaten Bima yang sangat memprihatinkan. Seperti diketahui,  penyalahgunaan Tramadol cukup tinggi di kalangan remaja dan anak muda khususnya pelajar di Kabupaten Bima. Para remaja menggunakan obat ini untuk memanfaatkan efek sampingnya berupa euphoria dan sedasi (efek menenangkan) dengan mencampurkannya dengan minuman keras atau minuman beralkohol agar memperolah efek ‘fly’ yang semakin kuat. Tramadol jika dikonsumsi dalam jumlah banyak atau tidak menurut dosis yang telah ditentukan dapat berefek seperti morfin dan dapat berefek seperti zat adiktif atau dapat menyebabkan ketergantungan bagi si pengguna.

20170225_201840
dr Fatimah Tuzzahra Ketika menjadi Narasumber dalam Dialog Terbuka tentang Narkoba di Desa Leu

Selain Tramadol, penyalahgunaan Obat obatan Batuk juga mendapatkan perhatian khusus dari dr. Fatimah Tuzzahra. Menurut beliau bahwa penggunaan obat obatan batuk secara berlebihan selain menimbulkan efek narkoba juga akan sangat berbahaya bagi tubuh si pengguna. Dan bila ini selalu di salah gunakan akan berhadapan dengan hukum yang berlaku. Peran pedagang pun di harapkan dapat mengantisipasi bila ada anak anak usia dini yang membeli obat batuk cair secara berlebihan. “Tanyakan juga untuk keperluan bila membeli terlalu banyak.” Ujarnya.

Sementara itu, Ustz Ibrahim MT dalam paparannya terkait dengan Perspektif Islam tentang Narkoba menekankan  bahwa Dalam Pandangan Islam segala sesuatu yang dapat merusak dan membinasakan diri sendiri adalah haram hukumnya. Dalam Istilah Ulama, narkoba adalah termasuk dalam pembahasan mufattiroh (pembuat lemah) dan mukhaddirot (pembuat mati rasa). Menurut Beliau, sudah jelas Dalam Al-Qur’an memuat dalil yang mengharamkan Narkoba. Seperti dalam QS. Al A’rof : 157 dan QS. Al Baqarah : 195 serta QS. An Nisa’: 29. Dan Masih Banyak Dalil dalil lainnya baik itu dalam Al Quran dan Hadits yang jelas jelas mengharamkan Narkoba.

Sebelumnya Iswadi S.Pd selaku Ketua Ikatan Pemuda Membangun (IPM) dan sekaligus Ketua Panitia  menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran Kepala Desa Leu, Babinkabtibmas dan Dokter dari PKM Bolo pada Dialog Terbuka hari ini. Hal ini menunjukkan bahwa Pemerintah dan Para Pemangku Kepentingan Lainnya selalu hadir ditengah-tengah masyarakat yang memberikan perhatian dan dukungan penuh dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan unsur masyarakat.

PicsArt_02-25-08.30.58
Dikatakannya bahwa kegiatan ini terlaksana didasari rasa prihatin IPM dan masyarakat Leu umumnya atas maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang telah sampai tahap darurat narkoba khususnya dikalangan generasi muda di Kabupaten Bima. Untuk itu kedepannya IPM siap bekerjasama dengan pemerintah dan pihak terkait guna menyelamatkan generasi muda melalui pendekatan Sosial kemasyarakatan dan Kegiatan Kepemudaan.

”kegiatan ini diselenggarakan karena ingin memberikan penjelasan dan pemahaman bagi para pemuda akan bahaya narkoba, serta untuk memperkuat moral dan kepribadian yang di miliki para pemuda dan Pelajar..
Kemudian Sasaran dari pelaksanaan kegiatan seminar tentang bahaya narkoba ini adalah para pemuda dan remaja yang  ada di Desa Leu khususnya dan Kecamatan Bolo Umumnya” Tutup Ketua Panitia

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Santabeta Warasi Komentar ro Masukan...