Deklarasi Desa Leu Sebagai Desa ODF (Open Defecation Free)

Leu.desa.id. Senin, 13 februari 2017 bertempat di Aula Kantor Desa Leu, Dilaksanakan Deklarasi  Desa Leu sebagai Desa Open Defecation Free (ODF) atau Desa bebas buang air besar Sembarang pertama di Kecamatan Bolo. Acara yang dihadiri oleh Camat Bolo, Mardianah SH, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima yang di wakili oleh Kepala seksi  Kesehatan Lingkungan Muhammad Farid, S.Km juga dihadiri oleh perwakilan UPTD Puskesmas Bolo,  Jajaran BPD Desa Leu, Bhabinkabtibmas Leu, Kader Posyandu, dan perwakilan masyarakat itu dimulai sekitar Pukul 10.00 WITA.

Kepala Desa Leu Menerima Reward Desa ODF Dari Camat Bolo
Kepala Desa Leu Menerima Reward Desa ODF Dari Camat Bolo

Desa Leu merupakan Desa yang ke 79 yang sudah dideklarasikan sebagai desa ODF di kabupaten bima dari  total 191 desa  yang telah berkomitmen untuk stop buang air besar sembarangan. Hal ini merupakan pencapaiaan perubahan perilaku kolektif terkait pilar 1 dari 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Baca juga :

Workshop Sanitasi Total Berbasis Mayarakat (STBM) Menuju Desa Leu menjadi Desa ODF

 Sementara di tingkat kecamatan, sudah ada tiga kecamatan di kabupaten Bima yang telah bebas buang air besar sembarangan (ODF) yaitu Kecamatan Wawo, Kec. Lambitu dan kecamatan Parado.

Untuk diketahui, Sebagaimana tertuang di dalam RPJMN 2015 – 2019 (Peraturan Presiden No. 2 Tahun 2015), bahwa Pemerintah menargetkan UNIVERSAL ACCES di bidang sanitasi dan iar bersih, yaitu 100% penduduk terlayani sanitasi layak dan berdasarkan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, dinyatakan bahwa pemerintah daerah bertanggungjawab untuk memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat di daerahnya masing-masing, termasuk pelayanan air minum dan sanitasi.

Upaya percepatan pencapaian akses sanitasi dan air bersih salah satunya melalui deklarasi ODF bagi desa atau dusun yang sudah dinyatakan bebas BABS yang telah diselenggarakan. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada desa Leu atas kerja kerasnya untuk mewujudkan desa ODF sekaligus mensosialisasikan kepada seluruh desa di Kabupaten Bima untuk meniru langkah-langkah yang dilakukan desa-desa yang telah terlebih dahulu dideklarasikan sebagai Desa ODF di Kabupaten Bima. Disamping itu, kegiatan ini merupakan sebagai wujud apresiasi kepada seluruh pendukung pencapaian Desa ODF, yaitu Jajaran Pemerintah dan Masyarakat Desa Leu, puskesmas Bolo dan sanitariannya, Kader kader Posyandu, Tokoh Agama dan seluruh Pihak yang berpartisipasi dalam mewujudkan Desa Leu sebagai Desa ODF pertama di Kecamatan Bolo

Deklarasi Desa ODF oleh Kepala Desa Leu beserta seluruh Kepala Dusun
Deklarasi Desa ODF oleh Kepala Desa Leu beserta seluruh Kepala Dusun

Sementara itu Muhammad Farid selaku Kepala Seksi PL Dinas Kesehatan Bima dalam sambutannya berharap bahwa moment Deklarasi Desa ODF Hari ini di desa Leu akan menjadi momentum untuk semua Desa di kecamatan Bolo untuk bisa menyusul kecamatan lain yg sudah terlebih dahulu mendeklarasikan diri sebagai kecamatan Bebas Buang Air Besar Sembarang.

Beliau juga menegaskan kembali bahwa Peran dinas kesehatan adalah mendorong perubahan perilaku  masyarakat berkaitan dengan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Sementara itu khusus di Kabupaten Bima, Tantangan terbesar adalah adanya persepsi yang keliru di masyarakat bahwa berkaitan dengan sanitasi tanggung jawab ada semua di Pemerintah Daerah melalui Basis Konstruksi dan Subsidi kepada Masayarakat, padahal dengan anggaran yang terbatas tentu tidak akan mampu memenuhi semua kebutuhan masyarakat karena mengingat luasnya wailayah kabupaten Bima . Untuk itu dibutuhkan kemauan dan peran serta masyarakat untuk bisa merubah perilaku dan persepsi yang salah selama Ini. Salah satu kegiatan yang di inisiasi oleh Dinas Kesehatan adalah kegiatan pemicuan  yang melibatkan seluruh potensi yang ada seperti kader psoyandu dan tokoh masyarakat serta tokoh agama. Di samping itu Dinas Kesehatan Kabupaten Bima berencana melakukan kegiatan pelatihan wirausaha sanitasi yaitu kegiatan pelatihan pembuatan jamban murah dan sehat secara mandiri oleh masyarakat.

20170214_014124

Sementara itu, Camat Bolo Mardianah, SH dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan Deklarasi Desa ODF  ini adalah bentuk apresiasi kepada Jajaran Pemerintah Desa Leu atas kerja kerasnya untuk mewujudkan Desa Leu sebagai Desa ODF.

 “kita memberikan apresiasi bukan karena kualitas jamban atau wc yang dibangun,  melainkan perubahan maindset masyarakat yang mau untuk berprilaku hidup bersih dan sehat, dan yang terpenting adalah tanpa adanya subsidi dari pemerintah, masyarakat mampu melakukan perubahan” Sambut Beliau.

Sisi menarik dari gerakan STBM di wilayah Desa Leu, adalah peran Dominan Ibu Ibu Kader Posyandu beserta ibu kepala Desa dan istri kepala Dusun  dalam pemicuan kepada masyarakat, dan juga tentu  peran Camat dan Kepala Puskesmas Bolo yang sering membantu peningkatan akses ini.  Disini terlihat bahwa membangun komitmen stakeholder  menjadi kata kunci keberhasilan gerakan ODF dan STBM.

IMG_1748

Rangkaian acara pada hari ini adalah Pembacaan deklarasi Stop Buang Air besar sembarangan (ODF) oleh Kepala Desa Leu dan Seluruh Kepala Dusun beserta istri. Kemudian sambutan dan arahan  Oleh Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Bima dan Camat Bolo. Selanjutnya di akhir acara dilakukan penandatanganan berita acara Oleh Kepala Desa Leu beserta seluruh Kepala Dusun mengenai Deklarasi ODF atau stop buang air besar sembarangan.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Santabeta Warasi Komentar ro Masukan...