Basmi Hama dan Penyakit Tanaman padi, UPTD Pertanian Kecamatan Bolo lakukan Penyemprotan Masal di Desa Leu

Leu.desa.id. Jajaran Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikura Kabupaten Bima melalui UPTD Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikura Kecamatan Bolo bersama sejumlah Masyarakat Petani di Desa Leu melakukan kegiatan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dengan cara melakukan Penyemprotan massal, selasa (7/2/2017) yang berpusat di area persawahan terdampak di Desa Leu. Serangan hama pada tanaman padi petani yang mulai marak menjadi perhatian bagi UPTD pertanian Kecamatan Bolo untuk bergerak. Hal ini untuk mengatasi dan mengantisipasi hama tersebut agar tidak bergerak semakin masif.

Salah seorang petani mengaku, saat musim hujan seperti ini tanaman padi sangat rawan terhadap berbagai perkembangan hama dan penyakit. Biasanya, penyakit yang akan timbul seperti serangan wereng, busuk batang, potong leher dan penyakit blast. Oleh karenanya, perlu pemantauan ekstra terhadap kelangsungan perekembangan tanaman selama curah hujan masih tinggi.
20170207_095549
“Ya Alhamdulillah, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Bima segera respon keresahan petani dan memberi obat gratis untuk mengatasi hama ini,” katanya.

Sementara itu, kepala UPTD Pertanian kecamatan Bolo, Ir Abdullah mengatakan musim hujan memang menjadi pengaruh tingginya serangan hama. Khusunya hama serangga dan Jamur yang cenderung berkembang biak dengan populasi cukup tinggi.

“Selain itu karena lembap fungi, atau jamur dan bakteri mudah berkembang biak dan dapat menyebabkan penyakit busuk batang dan potong leher pada tanaman padi,” jelasnya.

Pihaknya bersama dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) juga mengedukasi kepada kelompok petani agar mampu mengantisipasi perubahan cuaca ekstrem. Apalagi, jika memang hama sudah melebihi ambang batas, maka populasi harus dikendalikan dengan pestisida.
224185373006202_orig
“Kami juga memberikan stimulan dengan memberi bantuan fungisida secara gratis dan langsung kami lakukan pengendalian serta penyemprotan masal,” terangnya.

Menurut sejumlah Petani dan Kelompok Tani yang ada,  jenis penyakit yang menyerang tanaman mereka adalah Hawar Daun Bakteri (HDB). Penyakit HDB memiliki gejala penyakit berupa bercak berwarna kuning sampai putih berawal dari terbentuknya garis lebam berair pada bagian tepi daun. Jenis Penyakit lain yang menyerang Padi miliki Petani adalah penyakit blast. Gejala khas pada daun yaitu bercak berbentuk belah ketupat – lebar ditengah dan meruncing di kedua ujungnya. Ukuran bercak kira-kira 1-1,5 x 0,3-0,5 cm berkembang menjadi berwarna abu-abu pada bagian tengahnya. Bila infeksi terjadi pada ruas batang dan leher malai, akan merubah leher malai yang terinfeksi menjadi kehitam-hitaman dan patah. Di samping itu Petani juga berharap UPTD terkait untuk segera merespon Ancaman Hama Lainnya yaitu serangan Tikus Pengerat. Menurut Para Petani, ancaman Hama Tikus tidak kalah mengkhawatirkan dengan ancaman hama dan penyakit laiinya.

blas padi
Penyakit Blas Pada Tanaman Padi
Penyakit Hawar Daun Bakteri
Penyakit Hawar Daun Bakteri

Meski tanaman padi para petani diserang penyakit hama wereng dan blast, kepala UPTD Pertanian kec. Bolo  meyakini bahwa tidak akan terjadi gagal panen sebab tanaman padi para petani masih diambang batas. “Yang jelas tidak akan terjadi gagal panen,” imbuhnya.  Agar tidak terjadinya tanaman padi diserang oleh berbagai penyakit di luar dari faktor cuaca ekstrim, dihimbaunya kepada seluruh petani agar dapat melakukan pengolahan lahan yang baik, memakai dan menggunakan benih unggul yang berkualitas serta menggunakan pupuk sesuai dengan ketentuan.
“Selain itu, petani juga selalu mengontrol perkembangan tanamannya setiap saat dan bila melihat  adanya gejala lakukan upaya dan antisipasi awal. Berikan laporan pada pihak pertanian yang ada di tingkat kecamatan masing-masing agar cepat ditindak-lanjut,” sarannya.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Santabeta Warasi Komentar ro Masukan...