Desa Leu raih Penghargaan Desa Prospektif Penyelenggara Good Governance Pengelolaan Keuangan Desa Tahun 2016

MATARAM,  (21/12/2016) Kepala Desa Leu, Muhammad Taufik,S.Ag Menghadiri acara Penyerahaan Penghargaan Desa Prospektif Penyelenggara GoodGovernance keuangan Desa Tahun 2016 dalam perspektif pengelolaan Keuangan Negara. Penghargaan tersebut  diberikan langsung oleh Gubernur NTB M.Zainul Majdi , Senin (19/12/2016) di Graha Bakti Praja kantor Gubernuran kepada lima desa yakni desa Leu Kecamatan Bolo kabupaten Bima, desa Aikmel Utara Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur, desa Baru Tahan kecamatan Moyo Utara kabupaten Sumbawa, Desa karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, dan desa Montong Gamang Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah.

Penyerahan Penghargaan Kepada Lima Desa  Prospektif Penyelenggara GoodGovernance keuangan Desa Tahun 2016 ini merupakan bagian dari acara Pemerintah provinsi Nusa tenggara Barat bersama Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI dalam rangka Prosesi penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Petikan 2017 oleh Gubernur NTB kepada Kuasa Pengguna Anggaran Wilayah NTB dengan tema “Mewujudkan APBN yang lebih Realistis, Kredibel, dan Berkelanjutan” bertempat  di Gedung Graha Bhakti Praja Sekretariat Daerah Provinsi NTB.

Penghargaan Desa Perspektif Penyelenggara Good Governence pengelolaan Keuangan Desa Tahun 2016
Penghargaan Desa Perspektif Penyelenggara Good Governence pengelolaan Keuangan Desa Tahun 2016

 Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara Provinsi NTB, Taukhid, S.E., M.Sc.IB., M.B.A dalam sambutannya mengatakan NTB Harus bangga memiliki desa yang sudah diakui pengelolaan keuangan hebat oleh pemerintah pusat. “jagalah predikat ini, jangan sampai dicemari hal-hal kurang baik,” ungkapnya.

img-20161219-wa0009

Sementara itu , Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi mengingatkan kembali pesan Presiden RI saat prosesi penyerahan DIPA Induk tahun 2017 pada 7 desember lalu, agar anggaran Negara yang diamanahkan dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

“Saya ucapkan selamat kepada Kepala Daerah yang secara simbolis menerima penghargaan pada pagi hari ini, teriring harapan dari Presiden Joko Widodo, agar anggaran Negara yang diamanahkan dan dititipkan kepada kita sebagai penyelenggara Negara, dapat kita laksanakan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Kepala Desa Leu, Muhammad Taufik,S.Ag bersama Bupati Bima, Hj. Indah Damayanti Putri
Kepala Desa Leu, Muhammad Taufik,S.Ag bersama Bupati Bima, Hj. Indah Damayanti Putri

Sementara itu Kepala Desa Leu, Muhammad Taufik, S.Ag mengatakan bahwa di Desa Leu, demokrasi pada tata kelola anggaran terwujud dari partisipasi aktif masyarakat. Melalui keterlibatan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan hingga laporan akhir pertanggungjawaban program pemerintah desa. Tidak ketinggalan peran bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk bersinergi mengembangkan potensi desa dari segala lini.

BPD adalah representasi masyarakat. Kami Pemerintah Desa sebelum mengeksekusi program kerja tentu harus menyampaikan dan membangun komunikasi melalui rapat bersama. Tapi bukan merevisi dan mengoreksi APBDes. Karena restu dari BPD adalah restu masyarakat, lanjut beliau.

Dikatakanya, alur perencanaan program mengacu pada ketentuan Permendagri Nomor 114 Tahun 2015 Tentang Pedoman Pembangunan Desa. Rancangan RAPBDes 2016 yang disusun oleh tim kerja pemerintah desa telah melewati proses pembahasan BPD. Setelah dikaji, hasil dalam bentuk tanggapan dan catatan khusus terhadap item program disampaikan pada pemerintah desa. Domain desa hanya menentukan besaran anggaran untuk membiayai program usulan masyarakat.

Intinya di sini mulai dari perencanaan di tingkat bawah mengacu pada ketentuan yang berlaku. Jadi semua lapisan masyarakat dilibatkan dan punya hak. Karena ini desa membangun bukan membangun desa secara top-down tapi buttom-up. Mulai dari per kepala kemudian ke komunitas, lalu komunitas lanjut ke lingkungan kemudian RT, RT ke dusun, dusun ke desa dan Musrenbangdes dibahas secara terarah, jelasnya

Sementara ini, Pemerintahan Desa fokus pembenahan dan penataan sarana penunjang seperti, lingkungan serta ketersediaan data desa secara digital menjadi skala prioritas Pemdes Leu. Sistem Informasi Berupa website Desa yang  diinisiasi oleh Non GovermentOrganization (NGO) Sudah aktif dan bisa diakses oleh masyarakat.

“Kita siapkan data dan informasi desa melalui website. Kita kemarin dikunjungi dan diberikan Pendampingan pembuatan  website Desa dari Jerman FES (FriedrichEbertStiftung) Foundation, Alhamdulillah Website Desa Leu sudah aktif. Untuk mendukung transparansi penyelenggaraan Pemerintahan Desa berbasis website, Desa Leu juga mengangkat seorang Operator Sistem Informasi Desa non Aparatur yang bertugas mengelola Website Desa dan system Informasi basis data” Ungkap Beliau.

“Penghargaan ini adalah tantangan bagi kami Pemerintah Desa Leu untuk kedepannya  bisa mewujudkan dan mempertahankan Tata Kelola yang baik (good Governance) dalam tata kelola pemerintahan desa. Prinsip prinsip berupa transparansi, akuntabel dan partisipatif dan prinsip tertib dan disiplin anggaran akan menjadi aspek penting pengelolaan penyelenggaran Keuangan di Desa Leu”  tutup Kepala Desa.

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Santabeta Warasi Komentar ro Masukan...