Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai

Kepala Desa Leu, Muhamad Taufik,S.Ag bersama Kapolres Bima AKBP Gatut Kurniadin,S.H.,S.I.K

Bima ( 15 November 2016). Munculnya aksi aksi kekerasaan atas nama agama, budaya, ekonomi bahkan politik di Indonesia belakangan ini seakan akan mencoreng dan merubah wajah Negara ini menjadi lebih Intoleran. Munculnya isu isu HAM, SARA, ekonomi dan lingkungan hidup yang menyebar secara cepat dikhawatirkan akan merusak kebhinekaan bangsa ini.

Dengan latar belakang tersebut, Seluruh Pemangku kepentingan di kabupaten Bima seperti Bupati, Dandim, Kapolres, ketua DPRD, tokoh Agama, tokoh masyarakat, Jajaran camat dan Kepala Desa seluruh Kabupaten Bima, seluruh lapisan masyarakat beserta anggota Polri,TNI, Pol PP, pelajar dan mahasiswa melakukan Apel besar Kebhinekaan Cinta damai yang digelar di halaman Markas Polisi Resort Bima, di desa Panda Kecamatan Palibelo.

Selaku Inspektur Upacara adalah wakil Bupati Bima, H. Dahlan M. Nor. Dihadapan peserta Upacara yang dimulai sekitar pikul 10.00 Wita, Wakil Bupati mengatakan bahwa pelaksanaan apel merupakan upaya membingkai keragaman masyarakat dan bangsa majemuk dengan Pancasila dan UUD 1945. Hal ini mengamanatkan bahwa kehidupan masyarakat yang heterogen memberikan warna dalam aktivitas manusia yang ditakdirkan sebagai mahluk sosial.

Oleh karena itu, kehidupan yang majemuk tersebut akan mempengaruhi aspek sosial dalam hal kerukunan. Kerukunan yang terjalin dengan baik sebagai kondisi dimana kenyamanan, ketentraman, kedamaian, yang tercipta  dalam kontak interaksi sosial yang dibingkai didalam ikatan persaudaraan, persahabatan, kesetiakawanan dan saling menyayangi dan mencintai.

Terjalinnya kerukunan antar sesama di masyarakat adalah dasar yang dijadikan untuk menciptakan suasana damai, tenteram, harmonis, yang dilandasi sikap toleransi, saling pengertian, saling menghormati dan menghargai, jelasnya.

Menurut Dahlan, persatuan dan kerukunan umat merupakan pilar utama dan pondasi yang hakiki dalam masyarakat. Dengan kata lain, tanpa adanya persatuan dan kerukunan dalam masyarakat, akan sulit terwujud suatu masyarakat yang berukuwah, tanpa ukhuwah kita tidak dapat mengolah dan mengubah daulah yang berkah. “Mari kita jaga kerukunan dan NKRI harus tetap bersatu”. Pungkasnya.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Santabeta Warasi Komentar ro Masukan...